RSS

Menuju Baik itu Baik

Assalamualalaikum. Hello, 25th. :))
Gak kerasa umur udah memasuki seperempat abad aja. Time flies ya.
Kebetulan saat aku posting tulisan ini pada saat bulan ramadhan tahun 2020. Ramadhan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena semua orang harus berdiam diri di rumahnya masing-masing; you know, that corona virus thing. Semoga wabah ini segera berlalu ya. Aamiin.

***

Oh iya, selama ramadhan ini aku banyak merenung, berkontemplasi diri sih lebih tepatnya. Aku pengen banget menjadi pribadi yang jauuuuuuh lebih baik dari sebelumnya. Jadi, kalo teman-teman baca tulisan aku ini, aku mau minta maaf atas segala perbuatan maupun perkataan aku ya, baik yang disengaja maupun tidak. Aku hanya manusia biasa yang banyak salah serta kurangnya. Semoga Allah mengampuni kita semua ya. May Allah bless us. :")

***

Untuk mengisi kegiatanku selama ramadhan ini, aku banyakin membaca buku-buku self improvement serta video dakwah untuk menguatkan iman aku. Entahlah, ku rasa selama ini aku mengambil jalan yang salah. Ingin mendapatkan pendamping hidup yang soleh, tapi lupa untuk memperbaiki diri. Ingin pernikahan yang diberkahi Allah, tapi menempuhnya dengan cara yang tidak disukai-Nya.
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini:") Semoga momen ramadhan kali ini bisa membuat aku menjadi pribadi yang lebih baik. Allah menyukai hamba-Nya yang mau bertaubat. Yuk, perbaiki diri, yuk :") 

Bismillah...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Blessing in Disguise

"Sometimes God says no because he knows that the things your heart desires could eventually break you. The people you deeply need could be the ones who will let you down in every possible way. The ones who will change the way you think about people or about love or the ones who will close your heart off and make you question yourself.

Sometimes God says no because he wants to teach you the importance of patience, of learning how to value things that others take for granted or learning how to stand on your own feet so you can take care of others when they fall or take care of yourself when the people you need are no longer around you.

Sometimes God says no because he knows that if he says yes, you won’t grow up with the same wisdom, strength, perseverance and resilience you have today. You won’t be the best version of yourself if you didn’t have things in your life that forced you to face certain fears, heal certain wounds and overcome certain challenges. You won’t be the person who appreciates good people and knows how to stand up to others when they cross the line.

Sometimes God says no because he wants you to delve deeper into faith, into understanding the universe, into believing in him even if you don’t always agree or understand why he does things the way he does. Sometimes he says no because he wants you to probe further into your life, ask hard questions, rethink your decisions or just explore whether the things you’re praying for are good for you or maybe you’re just in love with the illusion of things.

Sometimes God says no because he wants to bless you with far better things than what you’re asking for. Sometimes his no is a big ‘hell yes’ in disguise. Sometimes his no is a ‘wait for it’ wonderful surprise about to unfold. Sometimes his no is more of a ‘not right now’ than a complete no. Sometimes his no is just a delayed yes but what I know for sure is that his unanswered prayers, his NOs are just another way of blessing you whether by removing something that would have been toxic for you or waiting to bless you with something far beyond what you ever imagined.

And sometimes God’s no is his way of saying ‘I love you’ and that’s why I’m protecting you from what you cannot see."

-thoughtcatalog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dunya is Nothing but A Beautiful Lie

Allah tau,
detik saat hati kita sedih,
airmata menggunung menganak hendak berhamburan keluar tapi tertahan,
bibir kita kelu lalu semua terasa sesak
karena begitu banyak kedunia-duniaan yang menyesak di hati kita...


Allah tau.
Tau.
Tau, sayang.
Tau.

Dan detik disaat kita mendatangi Allah dengan tidak tau malu
meminta didengarkan karena tidak ada yang mendengar kita,
meminta ditemani karena semua teman pergi dari kita,
minta disayang karena kasih sayang dunia terasa begitu palsu,
lalu kita datang begitu saja kepada Allah dengan hati yang tercabik cabik
karena merasa begitu sendirian, begitu ditinggalkan.

Tau apa yang paling membuat haru?
Detik itu.. 

Allah tidak usir kita.
Allah mendengarkan.
Allah mendekap.
Allah hadir.
Allah dekat.
Dan Allah ada.
 
Satu satunya yang ada.
Satu satunya yang dekat.
Yang paling mengerti tanpa kita jelaskan apa apa.

Bahkan ketika bibir kelu,
sampai-sampai yang sanggup terucap cuma "Ya Allah.." ,
Allah paham semuanya..

Segala puji cuma buat Allah,
Tuhannya kita semua,
Tuhannya semesta alam.
Yang pada-Nya tidak pantas kita sandingkan dengan apapun,
Dia layak lebih diutamakan dari apapun
dan Dialah Allah yang harusnya lebih kita cintai dari siapapun.
Siapapun.
 
Selamat membagi sendu...
©TVD

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Truth about Meeting Someone at The Wrong Time

"Timing is a bitch, yes. But it's only a bitch if we let it be. Here's a simple truth that I think we all need to face up to: the people we meet at the wrong time are actually just the wrong people.

You never meet the right people at the wrong time because the right people are timeless. The right people make you want to throw away the plans you originally had for one and follow them into the hazy, unknown future without a glance back-wards. The right people don't make you hmm and haw about whether or not you want to be with them; you just know. You know that any adventure you had originally planned out for your future isn't going to be half as incredible as the adventures you could have by their side. That no matter what you thought you wanted before, this is better. Everything is better since they came along.

When you are with the right person, time falls away. You don't worry about fitting them into your complicated schedule, because they become a part of that schedule. They become the backbone of it. Your happiness becomes your priority and so long as they are contributing to it, you can work around the rest.

The right people don't stand in the way of the things you once wanted and make you choose them over them. The right people encourage you: To try harder, dream bigger, do better. They bring out the most incredible parts of yourself and make you want to fight harder than ever before. The right people don't impose limits on your time or your dreams or your abilities. They want to tackle those mountains with you, and they don't care how much time it takes. With the right person, you have all of the time in the world.

The truth is, when you pass someone up because the timing is wrong, what we are really saying is that we don't care to spend our time on that person. There will never be a magical time when everything falls into place and fixes all our broken relationships. But there may someday be a person who makes the issue of timing irrelevant.

Because when someone is right for us, we make the time to let them into our lives. And that kind of timing is always right."

-thoughtcatalog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada di Langit

"Aku tinggal di bumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan di antara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang di antara kita selebar langit dan bumi. 

Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku di langit. Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada di genggaman tangan-Nya. Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada di langit. Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita. Mengubah garis yang tadinya neraka, menjadi surga.

Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi. Tapi kau bisa menemuiku di langit, meski bukan wujud kita yang bertemu. Melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-Nya. Temukan aku di langit, didalam doa-doa panjangmu. Didalam harapanmu.

Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Jemputlah aku dilangit. Sebab aku tahu, kau mengenalku bukan karena nama dan rupa. Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita. 

Mudah bagi-Nya membuat kita kemudian bertemu. Tidak hanya bertemu namun juga disatukan. Sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.

Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? Sekarang kau tahu, mengapa aku memintamu mencariku di langit?"

Dikutip dari blog-nya Kurniawan Gunadi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Instansi Oh Instansi

Direktorat Jenderal Pajak, instansi yang tertulis untukku saat pemberkasan online. Seharusnya aku senang, instansi tersebut sesuai dengan life plan yang aku tulis saat mata pelajaran KSPK dahulu. Tetapi, entah kenapa beberapa bulan terakhir, aku malah ingin instansi lain. Alasannya cukup klise sebenarnya, tapi hal itulah yang dipikirkan oleh seorang desy pada saat ini. Entahlah.

Lantas aku berpikir, cukup banyak nikmat yang telah Allah limpahkan untukku. Lalu, kenapa harus mengeluh ketika banyak sekali hal yang harus disyukuri? Bukankah jika kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kepada kita? Astaghfirullahhal'adzim, maafkan hamba-Mu yang pemikirannya tertutup oleh hal-hal yang klise ini, Ya Allah. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui sedangkan aku tiada mengetahui.

"Ya Tuhanku, anugerahilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

It WIll Worth The Wait

"Please, do not ever settle for less. Keep waiting. Keep learning about yourself, keep trying and fighting for the heart within your chest. Keep growing and nourishing your wants, keep discovering your needs. When the time is right, you are going to fall in love with someone who will appreciate everything you stand for, who will compliment you in ways you never imagined. When the time is right, the love you have always been worthy of will flower within your life, and you will finally, finally, understand why you had to wait so long." ---thoughtcatalog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bersyukur

Bahagia itu sederhana. Bersyukur. Sesuatu yang beberapa hari ini aku lupa caranya. Aku lupa. Ingin ini, ingin itu. Ingin seperti ini, ingin seperti itu...sampai pikiranku tengah malam tadi menarikku kembali.

***

Beberapa hari ini pikiranku terlalu disibukkan dengan hal-hal duniawi. Aku sibuk ke sana ke mari mencari sesuatu hanya untuk dianggap pantas. Aku sibuk memperbaiki diri di hadapan manusia. Aku lupa bahwa manusia tidak akan pernah merasa puas. Aku lupa bahwa penilaian Allah terhadapku jauuuuh lebih penting daripada penilaian manusia itu sendiri. Aku baru tau bagaimana rasanya merasa takut jika kehilangan Allah di dalam hati. Aku takut Allah membiarkanku berjalan menjauh dari-Nya dan tidak menarikku kembali... "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu". Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Good Bye, You

Bintaro, 24 September 2016.

Malam ini aku blog-walking ke blognya Kak Maulida Saadillah (aku tau tentang kisahnya dari adik kelas saat aku curhat tentang seseorang padanya haha). Blognya saat menginspirasi sekali! Mulai dari prestasinya hingga kepatuhannya terhadap agama patut diacungi jempol! Kamu bisa baca blog-nya di sini :)

***

Tentang Kak Ida yang tidak pernah pacaran dan pada akhirnya dia dipersatukan dalam hubungan yang halal rasanya sesuatu sekali :") Semoga aku bisa mengikuti jejaknya. Aamiin.

***

Jadi kepikiran dengan apa yang aku lakukan beberapa hari lalu. For the first time in my life, I did something that took all my courage related to lovey-dovey-thing. Entahlah. Aku hanya berharap semoga selama ini aku tidak mengagumi orang yang salah. Dulu aku bahkan sempat berpikir "tidak masalah jika aku tidak dipertemukan dengan yang lebih baik, asal orangnya adalah dia". Duh. How can you utter such that word, Des? Did you lose your mind? Ya Allah, do not attach my heart to what's not written to be mine. :")

***

Mulai saat ini, aku harus mengikhlaskan apa yang mungkin memang bukan ditakdirkan untukku. Aku yakin rencana Allah jauh lebih baik. Aku yakin di masa depan nanti, aku akan melihat ke belakang dan paham betapa indahnya jalan yang telah Allah gariskan untukku. Aku percaya itu. "If something is destined for you, never in million years it will be for somebody else."

Sorry for the random post.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sajak Putri dan Pangeran

Sajak Putri dan Pangeran

Aku akan jatuh cinta, tentu saja
Seorang putri selalu jatuh cinta
Tapi tidak sekarang atau hanya untuk urusan murah
Aku akan jatuh cinta, kepada seorang pangeran
Yang datang dengan gagah berani
Mengambil tanggung jawab dalam hubungan yang diberkahi
Menjadi imam sampai mati

Aku akan jatuh cinta, tentu saja
Seorang pangeran selalu jatuh cinta
Tapi tidak sekarang atau hanya untuk hubungan main-main
Aku akan jatuh cinta, kepada seorang putri
Yang diambil dari tempat terhormatnya, dengan cara terbaiknya
Mengikatkan diri pada hubungan yang dirahmati
Menjadi pasangan bidadari hingga hari penghabisan nanti

Tere Liye
(dalam kumpulan sajak Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta)




Ya Allah, aku tidak ingin patah hati. Jatuh cintakan aku pada calon jodohku saja. :")
ps: ini bukan terjemahan gambar di atas

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Something Strange

And now this is happening (again). I just watched a movie and.....as always, I can't get rid of every single scene out of my mind. Why is it so hard for me to do that? Are you people sometimes feeling the same like I do?

That's something strange about reading books or watching movies. Once you enter that world, you'll be drawn and dissolved into the story and then...trapped for a second, for a minute, for an hour, for a month, for a year, or even forever. I somehow hate about that thing.

Don't you think it hurts? Being addicted to something and keep remembering all-the-things-you-earnestly-want-to-forget in your mind? Duh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gaya Pemberitaan Detik.com, Tempo.co, dan Tribunnews.com

Di era yang serba digital saat ini, media cetak bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh berita. Sekarang sudah ada bahkan banyak situs informasi digital yang menyediakan kita alternatif lain untuk memperoleh berita dimanapun dan kapanpun, beberapa contohnya adalah tempo.co, detik.com, tribunnews.com, dan lain sebagainya. Semua situs tersebut menyajikan berita-berita nusantara maupun mancanegara dengan gaya pemberitaan mereka masing-masing. Di sini saya akan mencoba mengulas gaya pemberitaan detik.com, tempo.co, dan tribunnews.com :) 

Detik.com-Detik.com merupakan salah satu situs informasi digital yang paling populer di kalangan pengguna internet. Terbukti dari banyaknya followers situs berita satu ini di twitter (@detikcom). Dari gaya pemberitaannya, detik.com sepertinya lebih merakyat karena pemilihan bahasa yang ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat biasa, serta isi berita yang singkat, sering terdiri atas 4-5 paragraf saja, dan to the point. Sesuai dengan namanya, detik.com, publikasi beritanya cukup cepat dan up date dalam hitungan detik.


Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik maupun komentar dari publik. Salah satu dari Sembilan Elemen Jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Resentiel ini juga sudah diterapkan dalam situs mereka.Terdapat kolom komentar pada bagian bawah akhir pemberitaan yang memungkinkan siapa saja dapat berkomentar bebas tanpa harus log in terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memberi komentar semau mereka tanpa melalui proses penyaringan dari pihak detik.com.


Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran yang merupakan salah satu dari Sembilan Elemen Jurnalisme juga terlihat pada salah satu berita yang berjudul Tolak Beri Keterangan, Akil Tetap Divonis Majelis Elitik Pekan Depan.


Tempo.co-Tempo.co yang dulunya bernama Tempointeraktif merupakan pionir berita internet di Indonesia. Dari gaya pemberitaannya, tempo.co cenderung menggunakan kata-kata yang lebih berat dan berkelas serta isi beritanya cukup panjang. Tempo.co juga menyediakan kolom komentar pada bagian bawah akhir pemberitaan, bedanya pada tempo.co kita harus log in terlebih dahulu jika hendak memberikan komentar dan itupun harus disaring terlebih dahulu oleh pihak tempo.co. Pemberitaan pada situs tempo.co terkadang menggunakan hyperlink. Jika di dalam suatu berita terdapat berita yang terkait maka akan dihubungkan dengan hyperlink.



Jika dibandingkan dengan detik.com, tempo.co cenderung lebih lama dalam hal publikasi beritanya. Hal ini mungkin dikarenakan disiplin verifikasi tempo.co lebih mendalam, berbeda dengan detik.com yang lebih mengutamakan kecepatan dan keaktualitasan berita.

Salah satu dari Sembilan Elemen Jurnalisme, jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan, juga terlihat dari salah satu berita di situs tempo.co yang berjudul Tren Korupsi Banten, Temuan BPK: Main Proyek Nyawa”. Di sini terlihat bahwa fungsi pers memang sebagai pengawas para pemegang kekuasaan.

Tribunnews.com-Tribunnews.com merupakan situs berita online yang merupakan suatu divisi koran Kompas yang dikemas dalam bentuk digital. Dari gaya pemberitaannya, tribunnews.com cenderung sama dengan tempo.co yaitu isi beritanya cukup panjang dan terkadang menggunakan hyperlink dalam pemberitaannya, bedanya pada tribunnews.com hyperlink yang digunakan dalam bentuk tag kata, bukan sebuah judul berita.









Jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional. Salah satu dari Sembilan Elemen Jurnalisme ini juga kita temukan dalam tribunnews.com. Sebagai contohnya adalah salah satu berita yang berjudul "Front Pembela Islam Kecam Pernyataan Nurul Arifin". Di sini, tribunnews.com mengemas berita mereka secara proporsional dengan tidak memihak kepada salah satu pihak.

Jadi, menurut saya detik.com, tempo.co, dan tribunnews.com sudah memenuhi Sembilan Elemen Jurnalisme oleh Bill Kovach dan Tom Rosentiel.


Dari penjelasan saya di atas, menurut saya gaya pemberitaan yang cocok untuk mediacenterstan.com adalah tempo.co yang lebih menekankan kepada disiplin verifikasi dan gaya tampilan webnya seperti tribunnews.com yang lebih simpel dan rapi.

Tugas 2 Magang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istilah-Istilah dalam Jurnalistik

Sebagai seorang jurnalis pemula, tentu ada beberapa istilah dasar yang harus kita ketahui terlebih dahulu agar nantinya  ketika terjun lebih dalam ke dunia jurnalistik, kita telah mengetahui makna istilah-istilah tersebut.

Jurnalistik. Seorang jurnalis pasti tidak asing dengan istilah tersebut. Jurnalistik adalah hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan mencari, menulis, dan mengolah suatu informasi yang aktual untuk diberitakan kepada khalayak melalui media massa atau merupakan hal-hal yang berhubungan dengan kewartawanan dan kepenulisan, sedangkan paham atau ajaran tentang jurnalistik disebut dengan jurnalisme.

Jurnalistik tentu tidak lepas dari berita. Berita harus bersifat aktual. Aktual artinya sesuatu yang baru-baru saja dan benar terjadi dan sedang menjadi pembicaraan orang banyak. Untuk menulis suatu berita yang baik dikenal suatu istilah piramida terbalik. Piramida terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian tulisan yang bentuk imajinernya seperti piramida terbalik, dimana bagian terpenting yang memuat inti dari suatu berita tersebut berada paling atas sedangkan pendukung isi berita berada di tengah atau di bawah sesuai dengan kepentingannya. Sebisa mungkin, unsur 5W+1H (what, who,when, where, why, how) sudah didapatkan pada paragraf pertama suatu berita sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan inti berita tersebut ketika membaca paragraf pertama.

Dalam menulis berita dikenal juga suatu istilah cover both side yang artinya perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita atau disebut juga dengan pemberitaan yang berimbang. Kita harus menampilkan semua fakta dan sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan. Kita harus bersifat netral serta tidak memihak. Hal ini berbeda dengan suatu istilah yang disebut dengan feature. Feature adalah tulisan hasil liputan mengenai suatu peristiwa yang bersifat menggugah simpati dan empati pembaca yang di dalam tulisannya tersirat opini penulis. Opini adalah pendapat atau pandangan terhadap suatu informasi yang bersifat subjektif. Sedikit berbeda dengan feature, ada suatu istilah yang disebut dengan essay. Essay adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulisnya. Jadi, di dalam penulisan feature dan essay terdapat opini penulis dan bentuk penyajiannya pun tidak seperti piramida terbalik karena isinya merupakan pemikiran penulis sehingga bagian paling atas sama saja pentingnya dengan bagian tengah atau bawah.

Itu adalah beberapa istilah dasar yang harus kita ketahui dalam bidang jurnalistik. Semoga setelah mengetahui makna istilah-istilah tersebut dapat mempermudah kita dalam menekuni bidang jurnalistik.

Tugas 1 Magang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Matahari Terbit di Pantai Cermin





Matahari terbit di Pantai Cermin, Sumatera Utara. 01 Januari 2009.

Tugas Magang #2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hidup adalah Pilihan

Hidup adalah pilihan. Ya, hidup memang dipenuhi dengan pilihan. Setiap pilihan yang kita pilih itulah yang nantinya akan membentuk rantai demi rantai yang saling menyambung membentuk cerita di kehidupan kita.

***
Kembali ke satu tahun silam, tepatnya 06 Juli 2012, adalah hari dimana hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan. Alhamdulillah, saya lulus di pilihan pertama saya, yaitu jurusan Farmasi Universitas Sumatera Utara. Banyak orang yang mengatakan bahwa kuliah di farmasi itu sulit; capek. Hal itu sebenarnya sedikit menyita pikiran saya dikarenakan passion saya yang tidak sepenuhnya di farmasi. Namun, karena farmasi sudah menjadi pilihan saya, saya tidak mau terlalu memikirkan hal itu apalagi saya belum menjalaninya.

Setelah menjalani kuliah beberapa bulan, perlahan saya mulai menyukai bidang farmasi walaupun perkataan orang-orang tentang farmasi itu sulit tidak sepenuhnya salah; di farmasi kita memang disibukkan dengan banyak kegiatan praktik di laboratorium.

***
Malam itu, setelah selesai mengerjakan jurnal hasil praktikum, saya mencoba melepas penat dengan memantengin salah satu media sosial, twitter. Ada twit dari salah satu akun yang menarik perhatian saya, yaitu akun resmi STAN (@usmstan) yang menyatakan bahwa Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (USM STAN) Tahun Anggaran 2013/2014 resmi dibuka.

Sejak SMA, saya memang bercita-cita ingin kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan itu. Setiap kali diadakan try out, saya selalu mengikutinya dan alhamdulillah selalu lulus nilai mati. Namun, harapan itu pupus karena tidak ada USM STAN pada tahun 2012.

Setelah mengetahui bahwa USM STAN dibuka pada tahun 2013, mulanya saya tidak tertarik lagi untuk mengikutinya karena sayang rasanya jika harus meninggalkan kuliah yang sudah dijalani selama setahun. Akan tetapi, saya tetap memberitahukan info tersebut kepada kedua orangtua saya untuk meminta saran. Kedua orangtua saya malah mendukung saya untuk tetap mengikuti ujian tersebut, bahkan ibu saya mengatakan jika nantinya saya diterima di STAN itu artinya saya memang sudah ditakdirkan di STAN. Pada saat itu, hati kecil saya sebenarnya sedih. Saya merasa pengorbanan saya selama setahun seakan sia-sia karena saya sudah merasa nyaman kuliah di farmasi. Namun, saya tetap menuruti saran dari kedua orangtua saya.

***
Tanggal 01 Agustus 2013 pengumuman hasil seleksi USM STAN tahap I sudah dipublikasikan, lebih cepat satu hari dari jadwal yang ditentukan. Nama saya tertera di lampiran pengumuman yang menyatakan bahwa saya lulus tahap I dan berhak mengikuti tahap selanjutnya.

Mengetahui saya lulus di tahap pertama, kedua orangtua saya semakin semangat mendukung saya untuk latihan. Bahkan pada saat tes tahap kedua, tes kesehatan dan wawancara, kedua orangtua saya ikut menemani saya tes sampai selesai. Saya sangat terharu melihat pengorbanan mereka demi saya. Saya pun bertekad kalau saya harus lulus agar membuat mereka bangga.

***
Tanggal 5 September 2013 adalah hari dimana pengumuman hasil seleksi USM STAN tahap II dipublikasikan serta menjadi hari dimana saya harus memilih untuk tetap kuliah di Farmasi USU atau meninggalkannya demi mimpi saya yang dulu, yaitu kuliah di STAN. Orangtua saya bersikap demokratis; mereka tidak memaksa saya untuk memilih STAN tetapi mereka membiarkan saya memilih sesuai keinginan saya. Jika teringat pengorbanan kedua orangtua saya, rasanya saya tidak tega kalau sampai tidak memilih STAN. Di sisi lain, saya sudah menemukan kenyamanan di farmasi, saya sudah mencintai ilmu tentang obat-obatan. Apalagi, sedih rasanya jika harus berpisah dengan teman-teman yang selama setahun sudah memberikan cukup banyak kenangan. Namun, saya tetap harus memilih.


Pada akhirnya saya memilih untuk melanjutkan kuliah di STAN. Ya, ini adalah pilihan saya. Hidup adalah pilihan. Kita harus memilih salah satu di antara banyaknya pilihan. Tidak mungkin kita dapat memilih semuanya. Seperti quote yang dikatakan oleh seorang filsuf Perancis, Albert Camus : “Life is the sum of all your choices” yang berarti bahwa semua pilihan yang kita pilih akan mencerminkan bagaimana kita akan menjalani hidup nantinya. STAN adalah pilihan saya dan saya harus siap untuk pilihan-pilihan berikutnya dalam hidup. Insyaallah…


Tugas Magang #1

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I Hate Being Addicted

                            I hate being addicted.

                                           29 Juni 2013, 22:45
I hate it when I'm addicted about something. Cause I spend a lot of my time just to think about it for billion times till I find another interesting thing to think about, which is kinda hard and takes a really long time for me. Perhaps, actually I just need to have more activities to forget about my addiction. Well, I doubt. Cause when I'm doing something I still think about it, although less than doing nothing. 

I hate it when I'm addicted about something. Cause I'll find out everything related about that thing over and over again till I'm tired and choose to stop but I just can't. I'll tell some people eagerly and become sad cause I know they will never understand what I feel.

I find it's hurt. It hurts. I hate being addicted.


---
Dessy Andasari Siregar

Just another note that I post on facebook.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Date A Girl Who Reads

Hello, fellas! Tonight I am trying to post my entry in english :) Well, it's about the article whose title 'Date a Girl who Reads' by Rosemarie Urquico (an author in Filipino). I once saw my Filipino friend's facebook status about it and interested in reposting it in my blog :3 So, check it out!


"Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. 

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It's easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton,Cummings. Let her know that you understand that words are love.
Why be frightened of everything that you are not? Girl who read understand that people, like characters, develop. except in the Twilight series.


If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.


You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.


Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. 

Or better yet, date a girl who writes."



When I read it, I feel like...uh, it's kinda true for me or perhaps exactly true for girls who really love reading. Well, I haven't had a library card since twelve like what she wrote but I belong to bookworm :3 Uhm, but not really. Sometimes I prefer watching a movie to reading its novel or book :)))))) but yeah, I'm still the girl who reads. And true that for her words saying "Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice". As my blog's name "vintage-in-wonderland", I think you know the reason why I love Alice.

Okay fellas, that's enough for tonight. I'm sorry for scratching "for christmas" words just because I'm a Muslim ^^ Goodnight and sleeptight.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pacaran?

Assalamualaikum semuanya :)
Selamat hari buku seduniaaaaa!

Karena hari ini hari buku sedunia, kali ini aku mau bahas salah satu buku yang baru selesai aku baca kemaren, yaitu 'Udah Putusin Aja' karangan Ustad Felix Y Siauw atau yang terkenal di twitter dengan akun @felixsiauw :)

Dari judulnya pasti kalian mikir tentang orang pacaran dan disuruh putusin aja. Ya, memang benar sih. Atau...jangan-jangan kalian malah mikir "Ya ampun si desy jomblo aja sok banget baca buku begituan, emang siapa yang mau diputusin?" ( ._.)/|balada jomblo| Gak, gak boleh suudzon. Aku yakin kok kalian gak bakalan mikir kayak gitu. Yakin. Yakin banget . :""""""""")

Buku itu justru membahas tentang kerugian pacaran dan bagaimana pacaran dalam pandangan Islam. Di salah satu halaman di dalam buku itu menceritakan tentang kiriman e-mail dari seseorang (wanita) kepada ustad Felix yang menyatakan kalo dia sadar ternyata selama pacaran itu dia dirugikan dan berujung pada penyesalan. Inti ceritanya itu, pacarnya bilang ke cewek itu, sebut aja inisial cewek ini S, kalo teman-temannya udah pada 'berhubungan you-know-what-I-mean' dan dia juga pengen melakukannya untuk pertama kali sama S. Pertamanya S menolak dengan alasan dia cuma mau melakukannya sama suaminya kelak. Tapi si cowok malah bilang kalo S gak percaya kalo dialah yang bakalan jadi suaminya kelak. Walaupun begitu S tetap menolak. Hingga pada suatu hari kejadian untuk yang pertama kalinya...dan mereka malah melakukannya untuk yang kedua kali dan ketiga kalinya. Waktu si cowok 'minta' lagi dan S gak mau, eh si cowok malah ngambek dan nge-diemin S. Udah terus dihubungin, si cowok tetap gak nanggepin. Jahat banget gak sih menurut kalian? Udah keperawanannya direnggut, enak-enak cowoknya aja gitu ninggalin. Naudzubillahimindzalik...

Membaca itu membuat aku sadar kalo ternyata pacaran zaman sekarang itu serem banget ya. Gak nyangka masih pacaran aja udah berani buat kayak gitu dan bukan cuma satu atau dua orang aja tapi banyak. Astaghfirullah...

Firman Allah swt dalam Q.S An-Nur : 26, yang artinya :

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula….” 

Jadi, jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri kita dulu :) Well, aku juga masih dalam tahap belajar. Terkadang aku masih buka-tutup hijab aku dan masih banyak sifat dan sikap yang harus diperbaiki :')

Oh iya, buku itu gak harus untuk orang-orang yang pacaran untuk memutuskan pacarnya loh, buat kamu-kamu yang jomblo malah cocok banget :p Bersyukurlah jadi jomblo, kita jauh dari maksiat... #AlasanJomblo  #MemangBenerSih ^^ 

Ya udah deh, sampai di sini dulu ya ceritanya. Gak tau sebenarnya ini menceritakan buku atau hal lain hahahaha -_- Beli bukunya dan baca sendiri ya ^^ ~~~\( *o*)/

Wassalamualaikum :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi

Assalamualaikum teman-teman semua :)
Kali ini aku mau posting puisi aku yang gak sengaja aku temukan waktu 'ngubek-ngubek' facebook aku sendiri saat larut malam begini... Ini nih puisinya...

Nelangsa (Curahan Hati)

Saat hati kelabu, pada siapa ku harus berteduh?
Saat hati meragu, pada siapa ku harus mengadu?

Aku bingung. Aku bimbang.
Aku benci. Aku sedih.

Aku ingin meluapkan emosi yang tertahan; Ingin ku lepaskan semua beban.
Namun bagaimana? Bagaimana?

Pada siapa ku harus mengadu?
Padamu? Pada-Mu?

---
Dessy Andasari Siregar


Puisi ini aku posting di facebook pada tanggal 12 November 2011 pukul 15.36 WIB :D Puisinya biasa aja sih ya, gak pake banyak majas maupun makna konotasi gitu huehehehe. Puisinya terkesan sedih dan bingung  gitu... tapi aku lupa kejadian apa yang melatarbelakangi aku waktu menulis puisi ini. Duh :|

Walaupun aku gak mahir dalam menulis puisi tapi aku penikmat puisi :D Aku suka kata-kata yang terangkai indah dan maknanya tersirat tapi dalem... Menurut aku, puisi itu romantis.

Ya udah deh, sampai di sini dulu ya teman-teman. Udah larut malam. Udah ngantuk. Wassalamualaikum :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengalaman SNMPTN (3/3)

Dan.......lagi. Aku galau menentukan jurusan yang akan aku pilih untuk SNMPTN tulis nanti. Sebelum mendaftar, kami konsultasi dulu dengan pengajar bimbel kami yaitu Kak Zulfri Ilham a.k.a Kak Jijok alumni SMA kami angkatan I *info aja sih ^^* dan kayaknya aku adalah orang terlama yang konsultasi di antara semua murid bimbelnya -_- Kebiasaanku, aku itu susaaaaah banget untuk memutuskan satu hal dengan cepat. Menimbang sana-sininya itu kelamaan :(

Dulu aku pernah bilang kalo aku milih farmasi itu hanya untuk undangan. Kalo untuk tulis, gak mau ngambil farmasi. Aku maunya teknik informatika dan sejenisnya, tapi di sisi lain aku juga mau di bidang kesehatan, dengan syarat bukan dokter. Iya, aku gak mau yang berhubungan dengan darah dan gak bisa ngeliat orang luka dengan darah. Rasanya gak tega dan takut gitu :'( Aku juga gak mau di bidang pendidikan soalnya aku gak cocok ngajarin orang, ngajarin adek aja kadang emosi :'( -_- Makanya Kak Jijok bilang aku gak mau kedokteran karena kalo di SNMPTN itu jurusan kedokteran ditulis Pendidikan Kedokteran ha ha ha -_-

Dengan alasan-alasan di atas, tau gak pada akhirnya aku milih apa? FARMASI. Iya, farmasi. Aneh kan? Iya kan? hahahaha Aku kembali ke pilihan awal :') Ini aku kasih tau pilihanku waktu  SNMPTN jalur undangan dan jalur tulis.


Undangan:
1. a. Farmasi - Universitas Indonesia
    b. Ilmu Komputer - Universitas Indonesia

2. a. Teknik Informatika - Institut Teknologi Sepuluh november
    b. Sistem Informasi - Institut Teknologi Sepuluh november

*Iya, pilihan aku memang gila -_-*

Tulis:
1. Farmasi - Universitas Sumatera Utara
2. Ilmu Kesehatan Masyarakat - Universitas Sumatera Utara


Aneh banget gak sih waktu undangan kebanyakan milih jurusan ke bidang informatika, eh giliran tulis malah milih bidang kesehatan semuanya dan gak ada bidang informatika sama sekali -_- Aku memang membingungkan...Tapi itu semua ada alasannya. Aku memilih farmasi karena prospek kerjanya dan aku gak jadi memilih teknologi informasi (teknik informatika) karena passing grade nya di USU hampir sama dengan farmasi :'( Untuk kesehatan masyarakat passing gradenya di USU juga tinggi sebenarnya tapi karena tahun aku daya tampungnya cukup banyak, jadi aku pilih itu. Untuk pilihan universitasnya, aku menyesuaikan sama kemampuan aku. Kali ini aku gak mau memilih terlalu tinggi karena bakalan sakit banget rasanya kalo jatuh di lubang yang sama. Aku berpikir lebih baik ada 'pegangan' dulu daripada terlalu memaksakan keinginan. Toh, masih ada ujian mandiri masuk universitas tersebut....yang ternyata soalnya cetar membahana -_-

Aku dapat lokasi ujian tulis di SMP/SMU Bhayangkari Medan; Lantai II Ruang 16. Aku seruangan sama temanku, yang pada akhirnya dia lulus di FK USU *ternyata ruangan ini membawa keberuntungan :') *. Oh iya, karena kebetulan sepupu aku lokasi ujiannya di USU jadi kami keliling-keliling USU untuk mencari lokasinya dan ketika lewat gedung farmasi rasanya....Ya Allah, aku pengen masuk fakultas itu :') Aku langsung berdoa di dalam hati supaya nantinya bisa ke gedung ini lagi dalam arti diluluskan dalam SNMPTN jalur tulis :')

Oh iya, hari pertama SNMPTN tulis 2012 bertepatan dengan ulang tahun my beloved mom :* Jadi, aku berdoa dan bertekad untuk mengerjakan soalnya dengan sebaik-baiknya agar nanti lulusnya aku bisa jadi salah satu kado terindah yang aku persembahkan untuk beliau :')

Waktu pengumuman SNMPTN tulis, aku dan temanku, Yenni dan Fitri, lagi di Medan karena besoknya kami akan mengikuti SIMAK UI (Seleksi masuk UI). Iya, teman... Aku masih mengejar mimpiku untuk memakai jaket kuning itu :') *Sampe adekku bilang kalo suka jaket kuningnya aja, pake aja itu jaket Golkar. Duh -_-*

Pengumumannya sama seperti undangan kemaren, udah bisa dibuka pukul 18.00 WIB dan......hujan. Udah rada trauma sih hujan-hujan gitu apalagi aku pake baju biru juga sama kayak pengumuman undangan kemaren -_- Jadi, aku dan temanku memutuskan untuk gak membuka webnya sampe kami selesai sholat maghrib. Setelah sholat maghrib berjamaah, baca Q.S Al-Waqiah dan Q.S Ar-Rahman, rasanya gimanaaaa gitu sampe nangis :')

Setelah selesai, kami pun mencari koneksi internet yang bisa dipakai untuk membuka web yang berisikan pengumuman SNMPTN jalur tulis tersebut. Orang tuaku juga mencoba membuka webnya di rumah. Akhirnya sekitar pukul 20.00 WIB, webnya bisa diakses setelah beberapa lama gak bisa karena kebanyakan pengakses :') Mulai dari fitri. Masukkan nomor ujian dan.....dia lulus!! Setelah itu giliranku. Jantung berdegup makin gak karuan dan.....lulus!! Alhamdulillah Ya Allah lulusnya di pilihan pertama. Beneran gak nyangka :"""""""") Dan setelah itu giliran yeni dan....dia lulus!! Alhamdulillah kami bertiga lulus :') Aku langsung menelepon orang tuaku dan rasanya itu gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya bersyukuuuuuuuuuuuur banget bisa lulus dan bisa mengatasi rasa bersalah dulu :') dan sama seperti kemaren juga, banyak banget pesan yang masuk ke hp aku. Bedanya untuk saat ini, pesannya langsung aku balas karena senangnya hihihi :')

Ini nih hasil pengumumannya :')


Alhamdulillah, aku merasa beruntung banget termasuk 70 orang yang diterima di Fakultas Farmasi USU melalui jalur tulis :') Aku memang pengen masuk UI tapi aku merasa beruntuuuuuuuuung banget bisa lulus di FF USU ^^

Dari kisah yang sangaaaaat panjang aku ceritain tadi, aku mau kasih saran untuk adek-adek kelas XII yaitu :

1. Pilih jurusan yang sesuai minat dan kemampuan. Banyak-banyak bertanya sama senior ataupun orang yang udah berkecimpung di jurusan tersebut. Obrak-abrik google juga boleh...

2. Kalo gak diterima melalu jalur SNMPTN undangan, jangan putus asa! Tetap semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!!! Masih ada SBMPTN (SNMPTN tulis untuk tahun 2012-2013), UMB, dan Ujian Mandiri yang lain!! Keep fighting! ^^9

3. Banyak-banyak berdoa. Ini penting banget. Jujur, waktu undangan kemaren ibadahku kurang tapi waktu tulis alhamdulillah :')

4. Jangan lupa juga untuk minta persetujuan orang tua. Ridhonya Allah terletak pada ridho orang tua :') Kalo orang tua udah ngizinin kamu milih kuliah di suatu jurusan dan universitas, insyaallah jalannya akan dipermudah :')

Ini ada beberapa quote favorit aku yang berhubungan dengan tulisan yang aku posting kali ini :)

♥ "Do the best and let God do the rest!"
 "Mintalah doa sebanyak mungkin karena kau tidak tau dari mulut mana doa itu akan dikabulkan"



Gak terasa ya, ternyata tulisannya udah sepanjang ini aja :')) Makasih buat yang udah mau baca heueheuehe :) Goodnight, people! Lots of Love, D. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS