RSS

Pengalaman SNMPTN (2/3)

Singkat cerita, hari pengumuman SNMPTN jalur undangan semakin dekat, jarak dua hari dari pengumuman UN. Tapi pada saat hari pengumuman UN, tersiar kabar bahwa pengumuman SNMPTN jalur undangan dimajukan ke hari yang sama dengan pengumuman UN!!!! Jeng...Jeng... Sumpah itu gila. Belum juga hati berhenti deg-degan liat senyuman gebetan eh maksudnya dengar pengumuman UN, udah disodori pengumuman SNMPTN aja -_-

Aku ingat banget sore itu aku di rumah salah satu teman aku, Yenni, menunggu ayahku pulang dari sekolahku  untuk melihat pengumuman hasil UN. Tidak berapa lama, ayahku menelepon memberikan kabar bahagia kalo aku dan semua teman-temanku satu sekolah lulus 100% :') Alhamdulillah Ya Allah... Sambil menunggu ayahku menjeput, kami cerita-cerita soal pengumuman SNMPTN yang katanya udah bisa dibuka mulai pukul 18.00 WIB itu... Kami galau....bertambah galau dengan hujan yang turun cukup deras sore itu. Kami pun mulai bicara membayangkan bagaimana kalau kami lulus? Alhamdulillah, pasti nanti gini gini gini....Kalau kami gak lulus? Ya udah bersyukur aja pasti gitu gitu gitu... Kalau gebetan ternyata udah jadian sama orang lain?!!!! Ah tidak, yang terakhir tidak bagian dari cerita ini. Duh.

Setelah kegalauan kami yang tidak tentu arahnya berlangsung, ayahku pun menjeput. Ayahku membawa secarik kertas yang berisikan nilai UN kami dan alhamdulillah nilainya memuaskan :') Segera setelah dijeput, aku pun pulang. Sesampainya di rumah, aku langsung disalam dan diberi ucapan selamat oleh kedua orangtuaku dan ketiga adikku :') Sesaat setelah itu, tak ingin menunggu terlalu lama dan dibuat penasaran oleh gerak-gerik gebetan, eh maaf (lagi) maksudnya pengumuman SNMPTN jalur undangan *halah hahaha krik* aku langsung mengambil laptopku. Dan kebetulan pada saat itu aku lagi tidak bisa sholat *biasa perempuan* jadinya sebelum maghrib aku udah memutuskan untuk membuka web SNMPTN. Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim aku pun membuka web itu dan......................................................
YOU KNOW WHAT? AKU GAK LULUUUUUS SNMPTN JALUR UNDANGAN!! :""""""""""(

Sumpah itu sedih. Banget. Aku masih ingat gimana wajah kedua orang tuaku saat itu. Walaupun keduanya mengatakan kalau itu udah yang terbaik dan berusaha 'membesarkan hatiku' tapi aku tau mereka juga sedih dan aku merasa kalo aku mengecewakan mereka :'( Maghrib itu cukup hening padahal hujan masih saja turun. Aku gak bisa menangis. Sungguh. Aku gak mau menangis di depan mereka. Aku berusaha 'biasa' aja dan menanyakan kabar teman-temanku yang lainnya. Malam itu banyak pesan masuk ke hp aku, mulai dari sms, bbm dan tweet. Haaaa rasanya malas untuk membalas pertanyaan mereka. Aku gak balas pertanyaan mereka hingga larut malam sampe hatiku mulai menerima kenyataan yang sebenarnya.

Sampe besok paginya pun, ternyata aku tetap gak bisa menangis. Padahal sebelum tidur malam itu aku pengen nangis biar perasaannya bisa agak lega besoknya :') Tapi gak bisa ya mau gimana lagi -_- Oh iya, teman aku yang mengalah kemaren, dia lulus :) Teman-teman lain yang mengalah juga rata-rata lulus. Itulah indahnya mengalah :')

Besoknya aku udah semangat untuk bimbel lagi. Semakin semangat malah dari sebelum pengumuman SNMPTN jalur undangan. Aku berpikir bimbel ini harus dimaksimalkan. Harus serius belajarnya. Aku gak mau nantinya waktu buka pengumuman SNMPTN jalur tulis itu kayak jalur undangan. Rasanya itu sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit

Tau gak? Dua hari setelah pengumuman itu, hari dimana jadwal pengumumannya seharusnya, aku masih membuka web SNMPTN, berharap akan ada secercah harapan dan ada perubahan di webnya *sounds silly, right? -_-* dan seperti yang diduga, hasilnya tetap sama saja... Ngenes? Iya. Tapi ya sudahlah. Aku yakin rencana Allah pasti yang terindah :')

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar